Pengertian Suhu

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang pengertian suhu dan semua ilmu yang berhubungan dengan istilah ini. Suhu merupakan salah satu hal yang tidak bisa lepas dari keseharian kita. Meskipun secara tidak langsung, kita memanfaatkan suhu untuk kepentingan dan kebutuhan sehari-hari. Karena itulah, penting rasanya untuk memahami ilmu tentang suhu secara spesifik dan mendalam.

Pengertian Suhu dan Skala Ukurnya

Mudahnya, pengertian suhu yang benar adalah derajat panas sebuah benda. Semakin tinggi panasnya, semakin tinggi pula suhunya. Suhu pada dasarnya adalah untuk menunjukkan energi pada sebuah benda. Dalam sebuah benda, terdapat atom-atom yang selalu bergerak. Atom ini bergerak, berpindah ataupun bergerak di tempat. Atom menyimpan energi dimana ketika energinya cukup tinggi, suhu benda juga semakin meningkat.

Anda juga bisa menyimpulkan pengertian suhu sebagai besaran untuk mengukur derajat panas dingin sebuah benda. Alat yang dipakai untuk mengukur suhu benda disebut dengan termometer.

Skala Termometer

Umumnya, manusia juga menggunakan indera perasa untuk mengukur suhu namun tidak bisa dipergunakan sebagai tolak ukur. Karena itulah, beberapa ilmuwan membuat patokan atau pedoman pengukuran suhu. Diantaranya adalah:

1. Celcius

Pada jaman dahulu, diketahui ada sekitar 30 jenis skala yang dipakai untuk mengukur suhu. Hal ini tentu saja membuat ilmuwan merasa bingung dan kesulitan. Hingga pada akhirnya, Anders Celcius memperkenalkan sebuah patokan atau pedoman pengukuran suhu pada tahun 1742.

Pedoman pengukuran suhu ini diberinama sesuai penemunya yaitu skala Celcius. Skala ini menggunakan patokan titik didih air berada di 100 derajat celcius dan titik beku berada di 0 derajat celcius.

2. Kelvin

Meskipun telah ada skala Celsius, namun sayangnya ilmuwan bernama Lord Kelvin menemukan permasalahan yang tidak bisa terjawab dengan menggunakan pedoman skala Celcius. Hingga pada akhirnya, Kelvin menciptakan pedoman sendiri yang dinamai skala Kelvin.

Skala Kelvin dibuat atas dasar suhu benda yang bisa saja berada di bawah 0 derajat celcius. Titik nol mutlak skala Kelvin adalah -273 K yang sama dengan 0º Celcius. Titik didih air menurut skala Kelvin adalah 373 K dan titik bekunya adalah 273 K.

3. Reamur

Selain kedua ilmuwan tersebut, masih ada lagi ilmuwan lain yang membuat pedoman sesuai pengertian suhu yang mereka miliki. Tersebutlah René Antoine Ferchault de Réaumur yang mengusulkan skala Reamur pada tahun 1731. Titik beku airnya adalah 0º sedangkan titik didihnya adalah 80º.

4. Fahrenheit

Ilmuwan Jerman bernama Gabriel Fahrenheit mengemukakan sebuah skala pengukuran suhu yang dinamakan derajat Fahrenheit. Skala ini dimulai dengan titik beku air di 32 derajat Fahrenheit dan titik didik air berada di 212 derajat Fahrenheit.

Dalam mempelajari pengertian suhu, Anda juga akan mempelajari sistem pengukurannya. Keempat skala ini memiliki sistem pengukuran yang berbeda-beda. Keempatnya sama-sama dimanfaatkan tergantung dari kebutuhan.

Perubahan Suhu

Sesuai pengertian suhu di atas, kita dapat melihat betapa pentingnya untuk mengetahui bagaimana suhu bisa bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Perubahan suhu dapat dipergunakan untuk beragam keperluan. Berikut ini adalah beberapa jenis perubahan suhu yang bisa Anda pelajari yaitu:

1. Pemuaian Zat Padat

Benda padat akan mengalami pemuaian atau mengembang ketika suhunya ditingkatkan. Benda ini juga akan mengalami penyusutan saat suhunya menurun. Proses inilah yang dipergunakan dalam pembentukan besi menjadi berbagai macam barang kebutuhan sehari-hari.

2. Pemuaian Zat Cair dan Gas

Tidak hanya benda padat, benda cair dan gas juga akan mengalami pemuaian jika suhunya meningkat. Contohnya adalah gas dalam ban motor. Itulah mengapa kita tidak dianjurkan untuk mengisi ban motor terlalu penuh.

Saat roda berputar dan suhu gas dalam ban meningkat, gas akan memuai sehingga ban akan menggembung. Jika ruang tidak mencukup untuk proses pemuaian gas, maka ban bisa meledak.

Faktor yang Mempengaruhi Suhu

Selain mempelajari pengertian suhu dan alat pengukurannya, kita akan membahas juga mengenai faktor yang mempengaruhi tinggi rendah suhu. Berikut ini adalah beberapa aspek yang berpengaruh pada suhu suatu benda di permukaan tanah atau daratan. Diantaranya adalah:

  1. Lama Penyinaran
  2. Sudut Matahari
  3. Relief Permukaan Bumi
  4. Komposisi Awan
  5. Letak Lintang

Sedangkan suhu benda yang ada di permukaan laut banyak dipengaruhi oleh hal-hal berikut ini, yaitu:

  1. Panas Sinar Matahari
  2. Arus Permukaan Air Laut
  3. Komposisi dan Kondisi Awan
  4. Tinggi Rendah Temperatur Air Laut
  5. Tingkat Perbedaan Suhu

Selain itu, ada pula yang menjadi bagian dari faktor yang mempengaruhi pengertian suhu, antara lain seperti:

  • Curah Hujan
  • Proses Penguapan
  • Kelembaban Udara
  • Suhu Udara
  • Kecepatan Angin
  • Intensitas Radiasi Matahari
Alat Ukur dan Jenis Termometer Suhu

Keempat skala pengukuran suhu mempunyai alat pengukuran yang berbeda-beda. Setiap skala memiliki alat pengukur tersendiri. Alat pengukur suhu dinamakan termometer. Termometer pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan bernama Galileo Galilei pada tahun 1595.

Termometer yang diperkenalkan oleh Galileo menggunakan prinsip dasar perubahan volume gas dalam labu percobaan. Ilmuwan ini membuat sebuah percobaan dengan memanaskan labu sehingga udara di dalamnya mengembang. Pemuaian zat cair dipakai untuk mengukur suhu benda dan peningkatannya.

Namun dewasa ini, pengukuran suhu tidak lagi menggunakan cara konvensional. Termometer yang ada sekarang ini sudah menggunakan air raksa sebagai komponen pengukuran suhu. Hal ini dikarenakan air raksa memiliki kelebihan sebagai berikut, yaitu

  • Mampu menghantarkan panas dengan baik
  • Mengalami proses pemuaian dengan teratur
  • Memiliki titik didih yang tinggi
  • Memiliki warna mengkilat
  • Tidak membasahi dinding meski melewatinya

Berikut ini adalah beberapa jenis termometer suhu yang juga akan kita pelajari sebagai bagian dari ilmu dan pengertian suhu, yaitu:

a. Termometer Laboratorium

Termometer yang satu ini menggunakan dua bahan yaitu air raksa dan alkohol. Saat suhu meningkat, air raksa atau alkohol akan memuai sehingga terjadi penambahan suhu. Termometer Lab biasanya terbuat dari pipa kapiler yang sangat kecil.

b. Termometer Klinis

Termometer yang menggunakan air raksa atau alkohol ini banyak dipergunakan untuk keperluan medis. Salah satunya adalah untuk mendiagnosa penyakit tertentu. Termometer klinis memiliki lekukan tertentu supaya perubahan suhunya tidak terlalu cepat dan bisa mendapatkan suhu tubuh pasien dengan akurat.

c. Termometer Ruangan

Termometer ini dipergunakan untuk mengukur suhu pada ruangan tertentu. Skala yang dipergunakan cukup beragam. Namun biasanya akan digunakan skala celcius dengan jarak -50º sampai dengan 50º Celcius.

d. Termometer Digital

Termometer yang satu ini tidak berbeda dengan termometer lain yang menggunakan prinsip pemuaian. Hanya saja, pengukurannya menggunakan angka digital sehingga lebih mudah terbaca.

e. Termokopel

Termometer yang satu ini menggunakan bahan bimetal untuk material atau bahan pokoknya. Bimetal akan mengalami pembengkokan saat terkena panas. Proses ini akan terhubung secara langsung dengan jarum atau angka untuk menunjukkan suhu benda.

Itulah beberapa hal mengenai pengertian suhu dan aspek-aspek terkait yang bisa Anda pelajari. Suhu merupakan bagian yang cukup penting dalam keseharian kita. Kita bahkan mengukur suhu tubuh untuk mengetahui apakah tubuh kita sedang sakit atau tidak. Jadi, sangat penting bagi kita untuk mempelajari ilmu ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.