Penyebab Sakit Kepala Belakang

Salah satu jenis penyakit yang sering dialami oleh sebagian besar orang adalah sakit kepala. Jenis penyakit ini ada beragam, salah satunya adalah sakit kepala pada bagian belakang. Kadar sakit yang dirasakan oleh tiap-tiap orang berbeda-beda ada yang ringan hingga parah. Meskipun terasa ringan, sakit kepala belakang perlu diwaspadai. Sebab, bila dibiarkan bisa menjadi semakin parah sehingga mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, alangkah baiknya bila kita mengenal apa saja penyebab penyakit ini sehingga bisa menanganinya dengan tepat sesuai dengan kondisi.

Penyebab Sakit Kepala Belakang

Sakit kepala belakang cenut-cenut seringkali tiba-tiba muncul sehingga mengganggu aktivitas. Saat hal ini terjadi, Anda harus mengenali apa yang menjadi penyebab timbulnya sakit kepala belakang dan pemicunya agar keluhan dapat segera diatasi. Beberapa hal yang seringkali menjadi penyebabnya adalah sebagai berikut ini :

1. Sakit kepala tegang

Ketegangan memang seringkali membuat banyak orang mengalami sakit kepala belakang. Hal ini dipicu karena adanya rasa cemas, tertekan, stress dan lain sebagainya. Sakit kepala karena tegang ini biasanya bisa berlangsung dalam waktu 20 menit hingga 2 jam dan dengan tingkat rasa sakit ringan hingga sedang.

2. Migraine

Sakit kepala yang paling sering menyerang banyak orang adalah migraine. Faktanya, hampir 40% orang yang terkena migraine merasakan sakit di bagian belakang kepala. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sel saraf dan juga kurang lancarnya aliran darah ke otak. Faktor lain yang bisa memicu migraine adalah karena stress, kelelahan, kurang tidur, terlalu banyak tidur, makanan, suara berisik dan lain sebagainya.

3. Neuralgia oksipital

Sakit kepala belakang bisa juga dipicu karena cedera pada neuralgia oksipital yang berhubungan dengan syaraf sumsum tulang belakang hingga kepala. Sakit kepala ini bisa juga menyebar menjadi sakit kepala bagian atas dan bawah bila tidak segera ditangani.

4. Sakit kepala cluster

Jika Anda sering merasakan sakit kepala yang datang dan pergi dalam jangka waktu tertentu, mungkin Anda pengidap sakit kepala kluster. Cukup banyak penderita sakit kepala cluster ini mengeluhkan rasa sakit kepala belakang. Biasanya para penderitanya adalah pria yang sering merokok atau memang memiliki faktor genetik sebagai pemicunya.

5. Sakit kepala cervicogenic

Pemicu sakit kepala belakang yang paling umum terjadi adalah karena sakit kepala di satu sisi yang menyebar ke sisi yang lain. Biasanya hal ini dipicu karena adanya cedera leher, postur atau cedera ringan. Yang lebih sering mengeluhkan sakit ini adalah dari kalangan orang yang berusia tua.

Cara Mengatasi Sakit Kepala Belakang

Cara mengatasi sakit kepala belakang ada bermacam-macam. Hal yang paling umum dilakukan oleh orang adalah mengonsumsi obat. Sebenarnya, sebelum melakukan tindakan minum obat kimia, alangkah baiknya bila Anda terlebih dahulu mengusahakan cara mengatasi sakit kepala belakang tanpa obat. Sebab, terlalu banyak mengkonsumsi obat kimia tentu saja akan berdampak buruk terhadap tubuh.
Berikut beberapa cara mengobati sakit kepala belakang:

1. Melakukan Pemijatan Kepala

Salah satu cara meredakan rasa sakit kepala belakang adalah dengan melakukan pemijatan kepala. Dengan metode ini, Anda dapat lebih merilekskan otot dan syaraf yang tegang sehingga sakit akan berangsur berkurang. Pijatlah dengan lembut pada daerah kepala yang sakit, pelipis, punggung, leher dan bahu. Di beberapa titik tadi biasanya sumber ketegangan berkumpul dan membuat syaraf menjadi tegang. Beristirahatlah barang sejenak untuk meredam rasa dan merilekskan ketegangan.

2. Kompres Kepala dengan Air Hangat

Hal lain yang bisa dijadikan solusi mengatasi sakit kepala adalah dengan mengompres menggunakan air yang hangat di beberapa titik ketegangan. Titik yang diutamakan untuk di kompres adalah bagian belakang kepala dan juga leher. Dengan rasa hangat yang mengalir di bagian otot, ketegangan akan terurai lebih mudah. Selain dengan cara mengompres, Anda dapat juga mandi atau berendam di air hangat untuk mengusir ketegangan dan kelelahan otot agar rileks kembali.

3. Tidur

Jika rasa sakit kepala bagian belakang timbul tidak dalam waktu bekerja atau dikejar deadline, Anda dapat mengatasinya dengan tidur. Ini adalah solusi yang mujarab agar tubuh, otot dan syaraf bisa beristirahat. Cobalah tidur dengan keadaan senyaman mungkin, di kamar yang tenang, gelap. Untuk memaksimalkan waktu istirahat ini, Anda dapat menambahkan aroma terapi yang menenangkan. Jangan lupa juga hindari pemicu sakit kepala seperti pola hidup yang buruk dan juga stress.

Apabila beberapa cara mengobati sakit belakang di atas belum bisa meredakan sakit kepala, segeralah meminum obat sakit kepala yang aman dan dianjurkan. Anda bisa menggunakan obat peredam rasa nyeri agar sakitnya berkurang dan segera sembuh. Namun bila penyebab sakit kepala belakang terus menerus terjadi dan tidak berkurang, segeralah periksakan ke dokter. Konsultasikan apa yang menjadi keluhan Anda sehingga solusi yang didapatkan sesuai dan segera mendapatkan kesembuhan.

Yang lebih penting lagi, jangan sembarangan menggunakan obat pereda sakit kepala bila belum mengetahui dengan pasti kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu cara paling amannya adalah dengan mengkonsultasikannya dengan dokter. Biasanya dokter akan meresepkan obat anti depresan yang bisa merilekskan ketegangan, mengatur tekanan darah atau anti kejang.

Perpaduan antara pengobatan medis dengan non medis diatas dapat dipercaya sebagai solusi paling ampuh untuk sakit kepala belakang. Jangan menganggap remeh sakit kepala yang terasa semakin parah, tidak kunjung sembuh atau bertambah tingkat sakitnya. Segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang cepat agar mendapat penanganan yang tepat.

Beberapa Hal Yang Harus Diwaspadai

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai agar sakit yang Anda derita tidak semakin serius, parah atau bahkan membawa dampak yang fatal. Di beberapa kasus sakit kepala yang terjadi terus menerus bisa menjadi salah satu pemicu sakit meningitis, tumor otak, stroke dan lain sebagainya. Beberapa hal yang harus diwaspadai adalah sebagai berikut ini :

1. Waspadalah bila Anda terkena sakit kepala secara tiba-tiba dengan tingkatan yang berat dibandingkan dengan rasa sakit yang biasanya dialami.

2. Merasakan sakit kepala yang tidak kunjung sembuh dan bertambah parah dari waktu ke waktu hingga mengganggu Anda dalam beraktifitas.

3. Sakit kepala yang timbul karena aktivitas fisik seperti batuk, bersin, tertawa dan juga berubahnya postur tubuh yang sakitnya terasa tiba-tiba.

4. Merasakan sakit kepala dikarenakan cedera kepala dengan tingkat yang berat.

5. Merasakan sakit kepala dengan gejala lain yang mengikutinya seperti sakit pada rahang saat digunakan untuk mengunyah. Selain itu juga rasa sakit diikuti dengan demam, ruam, rasa kaku di leher atau tengkuk.

6. Waspadai sakit kepala yang menyebabkan mata menjadi kemerahan, sakit, nyeri dan penglihatan menurun.

7. Menyadari adanya sakit kepala yang diikuti dengan gejala gangguan berbicara, daya ingat, tubuh yang semakin lemah, kehilangan keseimbangan dan lain sebagainya.

Nah, mulai sekarang jangan menganggap remeh sakit kepala belakang yang mungkin sering Anda alami. Cobalah untuk peka membaca sinyal yang diberikan tubuh karena hal itu mungkin kode agar Anda beristirahat sejenak. Bila rasa sakit tidak kunjung reda, berkunjunglah ke dokter agar mendapat treatment yang terbaik. Kenali penyebabnya, penanganannya dan waspada dengan gejala lain yang timbul karena sakit kepala ini. semoga informasinya membantu.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.